18 Ags 2013 Potensi Daerah Kabupaten Majene

Potensi Daerah Kabupaten Majene

Geografis

Kabupaten Majene adalah salah satu dari 5 Kabupaten dalam wilayah propinsi Sulawesi Barat dengan panjang pantai 125 Km yang terlatak di pesisir pantai Sulawesi Barat memanjang dari Selatan ke Utara dengan luas 947,84 Km. Kabupaten Majene terdiri terdiri dari 8 Kecamatan yaitu Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammero’do Sendana, Tubo Sendana, Malunda dan Ulumanda, yang meliputi 40 desa dan kelurahan.
Ibukota Kabupaten Majene terletak di Kecamatan Banggae dengan luas perkotaan 5.515 km, yang berada di posisi selatan Kabupaten Majene, dengan jam tempuh sekitar 3 jam sampai 4 jam dari ibukota Sulawesi Barat (Mamuju) yaitu ± 142 km.
Secara geografis Kabupaten Majene terletak pada posisi 2' 38' 45” sampai dengan 3' 38' 15” Lintang Selatan dan 118'45' 00” sampai 119'4'45” Bujur Timur, dengan berbatasan di sebelah utara Kabupaten Mamuju, sebelah timur Kabupaten Polewali Mandar, sebelah selatan Teluk Mandar, dan Sebelah Barat adalah Selat Makassar. Klasifikasi kemiringan tanah secara keseluruhan relatif miring dengan persentase wilayah yang mengalami erosi sebesar 3,41 % dan luas wilayah kabupaten, dengan suhu udara kantara 21 C sampai 34 C, serta jumlah hari hujan 208 hari.
Kabupaten Majene berada pada ketinggian yang bervariasi antara 0 – 1.600 meter di atas permukaan laut, Daerah ini mempunyai topografi yang sebagian besar merupakan lahan perbukitan dengan vegetasi yang mulai rusak akibat adanya pembukaan hutan menjadi sawah ladang (30% dari luas total 94,784 ha). Sisa dari lahan yang ada berupa daratan aluvial pantai dan batuan gamping (70%) sehingga potensi aliran sungai gunung dan mata air terbatas, apalagi di musim kemarau.

Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Majene adalah 137.474 jiwa yang terdiri dari jumlah pria 66.494 jiwa dan jumlah perempuan 70.980 jiwa dengan kepadatan 1.060 jiwa per km untuk Kota Majene (Kec. Banggae). Tingkat pertumbuhan penduduk Kabupaten Majene adalah 0,21% pertahun, dan 1,40% pertahun untuk Kota Majene. Penduduk Kabupaten Majene mayoritas beragama Islam 137.214 jiwa, Kristen 256 jiwa, Hindu 0 jiwa, Budha 4 jiwa dengan sarana peribadatan yaitu Masjid 214 buah, Langgar 61 buah, Musholla 40 buah dan gereja 1 buah.

Potensi

Potensi PertanianBerdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Majene mempunyai wilayah yang tandus. Dengan sumberdaya alam yang demikian maka tanaman pangan yang umumnya telah dikembangkan adalah tanaman yang sesuai dengan keadaan tersebut seperti ubi kayu. Dari total produksi, ubi kayu menduduki peringkat tertinggi yaitu sebesar 60%. Untuk jenis tanaman hortikultura, pisang menduduki peringkat tertinggi yaitu 90% dari total produksi atau sekitar 32.211 ton/tahun, Juga telah mulai dikembangkan oleh masyarakat berbagai jenis tanaman buah-buahan dan sayur-sayuran yang tersebar hampir disetiap kecamatan.

Potensi PerkebunanSedangkan untuk sektor perkebunan, komoditas utama yang perlu dikelolah secara optimal adalah kelapa (Kelapa dalam & hybrida), yang tersebar di semua kecamatan dengan luas lahan 7.775,25 Ha, dengan jumlah produksi sebesar 9.687,64 ton pertahun. Disektor perkebunan ini juga yang sangat menonjol untuk dikembangkan adalah kakao, yang juga tersebar di semua kecamatan dengan luas lahan 3.990,14 Ha dengan jumlah produksi sebesar 5.102,7 ton pertahun.

Potensi KehutananSumber daya alam sektor kehutanan yang menonjol dan sangat prioritas untuk dikembangkan adalah Rotan. Luas lahan rotan diperkirakan sekitar 10.000 Ha yang berada Kecamatan Sendana, Malunda dan Ulumanda dengan perkiraan produksi sebesar 2.352,8 ton pertahun. Pengolahan rotan ini hanya sampai penggorengan dan sampai saat ini belum ada pengolahan yang serius.
Sumber daya alam yang kedua yang perlu dikembangkan adalah Kemiri yang tersebar di semua kecamatan dengan luas lahan sebesar 2.025, 56 Ha dan diperkirakan produksi pertahun sebesar 1.782,67 ton. Juga pada produksi ini belum ada pengolahan yang professional dan selama ini hanyalah dikelola secara rumah tangga. Sumber daya kehutanan yang ketiga perlu dikembangkan adalah jati local dengan luas lahan 1.000 Ha, dengan produksi 3.114,25 Ton/Tahun.

Potensi PerikananKabupaten Majene dengan mempunyai sumber daya kelautan yang melimpah karena didukung oleh kondisi alam yaitu berada di daerah pesisir dengan panjang, dan luas perairan mencapai 1000 km2, dengan tambak yang dikelolah 450 Ha, dengan jumlah produksi 178,9 ton/tahun. Jenis peralatan yang dipergunakan sifatnya masih tradisionil yaitu perahu sandeq dan kapal motor nelayan dengan jenis alat tangkap yaitu Payang, Pukat dan Pancing. Pemrosesan masih bersifat tradisionil yaitu pembekuan, pengeringan biasa dan pengasapan. Kondisi pasar masih masih lokal dan semi ekspor, yaitu lewat eksportir Makassar. Jumlah armada perikanan sebanyak 4.61 unit, dengan alat tangkap 10.477 unit. Potensi perikanan laut di Kabupaten Majene sangat dimungkinkan untuk pengembangan dengan skala besar untuk orientasi ekspor, dengan penyediaan fasilitas penangkapan , sumber manusia dan processing.

Potensi PeternakanPendapatan tambahan oleh masyarakat Kabupaten penduduk memiliki ternak keluarga yang dikelola secara tradisionil, namun hasilnya sangat memuaskan dan bisa untuk dikembangkan. Dari jumlah hewan peliharaan, maka ternak sapi dan ternak kambing yang mengalami peringkat teratas dari jumlah ternak yang dihasilkan setiap tahun mendominasi populasi ternak Kabupaten Majene. Sejak beberapa tahun terakhir Kabupaten Majene menjadi pusat peternakan kambing di Sulawesi Barat. Salah satu jenis kambing yang dikembangkan saat ini adalah Kambing Peranakan Ettawa. Dengan bahasa lokal juga disebut BEKE singkatan dari Bibit Ettawa Kualitas Ekspor.

Potensi PerindustrianBerdasarkan hasil identifikasi Potensi Sumber Daya Adat istiadat dalam suatu daerah dapat mencerminkan ciri khas oleh adat yang bersangkutan. Khususnya Kabupaten Majene kebiasaan menjadi suatu nilai tambah bagi peningkatan pendapatan rumah tangga. Salah satunya industri rumah tangga yang pengolahannya masih sangat tradisionil dan belum dikelola secara professional. Ada berapa jenis industri yang sangat prospek untuk dikembangkan yaitu sebagai berikut :
1. Industri pembuatan kapal/perahu
2. Industri kerajinan batang kelapa
3. Industri pertenunan sutera
4. Industri minyak goring
5. Industri arang tempurung
6. Industri gula merah
7. Industri batu merah

sumber : majenekab.go.id